Senin, 29 Oktober 2012

Tugas Softskill II

Tugas Softskill II

Adi Dzar Ghiffari
1A111441

*Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan Penduduk Dunia Hingga Tahun 2010
Populasi dunia adalah populasi dari manusia di planet Bumi . Sebuah harian perhitungan diperbarui secara otomatis oleh Biro Sensus Amerika Serikat memperkirakan angka saat ini menjadi 6884700000. Populasi dunia telah mengalamipertumbuhan yang berkelanjutan sejak akhir Black Death sekitar 1400 tahun. Tingkat tertinggi pertumbuhan meningkat di atas 1,8% per tahun-terlihat singkat selama tahun 1950, untuk jangka waktu lama selama 1960-an dan 1970, laju pertumbuhan memuncak di 2,2% pada tahun 1963, dan menurun menjadi 1,1% pada tahun 2009. Kelahiran tahunan telah mengurangi hingga 140 juta sejak puncaknya pada 173 di akhir 1990-an, dan diharapkan untuk tetap konstan, sedangkan jumlah kematian 57 juta per tahun dan diharapkan menjadi 90 juta per tahun pada tahun 2050. Proyeksi saat ini terus menunjukkan peningkatan populasi (tetapi terus menurun laju pertumbuhan penduduk) dengan populasi diperkirakan mencapai antara 8 dan 10,5 miliar di tahun 2050.


Populasi menurut wilayah

Asia menyumbang lebih dari 60% dari polpulasi dunia denganlebih dari 4 milyar orang. Cina dan India bersama-sama memiliki sekitar 40% dari polpulasi dunia ini. Afrika berikutnya dengan 1 milyar orang, 15% dari populasi di dunia ini. Eropa dengan 733.000.000 membentuk 11% dari populasi dunia ini. Amerika Utara adalah rumah bagi 325 juta orang atau sekitar 5% , Amerika Latin dan Karibia daerah untuk 589 juta orang atau sekitar 9% dan Oceania atau Australia menjadi 35 juta orang (kurang dari 1%).



Penduduk dunia mencapai satu miliar pada 1804, dua miliar pada tahun 1927, tiga miliar pada tahun 1960, empat miliar pada tahun 1974, lima milyar pada tahun 1987, dan enam miliar pada tahun 1999. Hal ini diproyeksikan akan mencapai tujuh miliar pada tahun 2011 akhir, dan sekitar delapan miliar pada tahun 2025. Dengan 2045-2050, populasi dunia saat ini diproyeksikan mencapai sekitar sembilan milyar, dengan skenario alternatif berkisar 7400000000-10600000000. Proyeksi angka bervariasi tergantung pada hal-hal seperti sebagai asumsi yang mendasari dan yang variabel yang dimanipulasi dalam perhitungan proyeksi, khususnya variabel kesuburan. variasi tersebut memberikan jarak prediksi panjang hingga 2150, mulai dari penurunan populasi menjadi 3,2 miliar pada 'rendah' skenario, untuk skenario tinggi 24,8 miliar, atau melonjak menjadi 256 miliar. 
Tidak ada estimasi pada hari yang tepat atau bulan populasi dunia melampaui baik satu dan dua miliar tanda. Hari tiga dan empat milyar tidak resmi dicatat, tetapi Database Internasional Biro Sensus Amerika Serikat menempatkan mereka pada bulan Juli 1959 dan April 1974. Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak menentukan, dan merayakan, yang "Hari 5 Miliar" (11 Juli 1987), dan " Hari 6 Miliar "(12 Oktober 1999). Divisi Program Internasional dari Biro Sensus Amerika Serikat memperkirakan bahwa dunia mencapai enam miliar pada tanggal 21 April 1999 (beberapa bulan lebih awal dari hari Bangsa resmi Serikat). "Hari 7 Miliar" telah ditargetkan oleh biro sensus Amerika Serikat akan pada bulan juli 2012, sedangkan divisi populasi PBB menyarankan beberapa waktu 2011-an.

Pertumbuhan daerah yang berbeda memiliki tingkat yang berbeda dari pertumbuhan penduduk . Menurut tabel di atas, pertumbuhan penduduk daerah yang berbeda 2000-2005 adalah : 
237.771.000 di Asia
92.293.000 di Afrika
38.052.000 di Amerika Latin
16.241.000 di Amerika Utara
3264000 di Eropa
1955000 di Oseania
383.047.000 di seluruh dunia.

Pada tahun 2006, PBB menyatakan bahwa tingkat pertumbuhan penduduk berkurang karena transisi demografis . Jika tren ini berlanjut, tingkat pertumbuhan mungkin berkurang sampai nol, bersamaan dengan dataran penduduk dunia sebesar 9,2 miliar, pada tahun 2050. Namun, ini hanyalah satu dari banyak perkiraan yang diterbitkan oleh PBB. Pada tahun 2009 , proyeksi PBB untuk tahun 2050 berkisar sekitar 800.000.000-10.500.000.000. 

Sumber Referensi : 


tanggal : 7 Oktober 2012
jam : 01.00

*Faktor-Faktor Demografis yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
Secara umum ada tiga faktor utama demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, di antaranya sebagai berikut:

#Kelahiran (Fertilitas) 
Kelahiran adalah istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan hidup, atau dalam pengertian lain fasilitas adalah hasil produksi yang nyata dari fekunditas seorang wanita. Berikut ini penjelasan mengenai pengukuran fertilitas.


Pengukuran fasilitas tahunan adalah pengukuran kelahiran bayi pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk pada tahun tersebut. Adapun ukuran-ukuran fertilitas tahunan adalah: 
  • Tingkat fertilitas kasar (crude birth rate) adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000 penduduk. 
  • Tingkat fertilitas umum (general fertility rate) adalah jumlah kelahiran hidup per-1000 wanita usia reproduksi (usia 14-49 atau 14-44 tahun) pada tahun tertentu. 
  • Tingkat fertilitas menurut umur (age specific fertility rate) adalah perhitungan tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu. 
  • Tingkat ferlititas menurut ukuran urutan penduduk (birth order specific fertility rates) adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.   
Pengukuran fertilitas komulatif adalah pengukuran jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas usia suburnyaAdapun ukurannya adalah: 
  • Tingkat fertilitas total adalah jumlah kelahiran hidup laki-laki dan perempuan jumlah tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya dan tingkat fertilitas menurut umur tidak berubah pada priode waktu tertentu. 
  • Gross reproduction rates adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa produksinya. 
#Kematian (mortalitas)
Kematian adalah ukuran jumlah kematian umumnya karena akibat yang spesifik pada suatu populasi. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per- 1000 individu per-tahun, hingga rata-rata mortalitas sebesar 9,5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian per-tahun. 

#Perpindahan (migrasi)
Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam banyak kasus organisme bermigrasi untuk mencari sumber cadangan makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau kerana over populasi.

Sumber Referensi : 

tanggal : 7 Oktober 2012
jam : 01.00 


Rumus Tingkat Kematian Yang Kasar
Angka Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per 1000 penduduk pada pertengahan tahun tertentu (Data Statistik Indonesia-Angka Kematian Kasar-Rumus), disuatu wilayah tertentu. Ada pun rumusnya sebagai berikut :
Rumus: CDR = D/P x K
Dimana :
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Umumnya data tersedia adalah ”jumlah penduduk pada satu tahun tertentu” maka jumlah dapat sebagai pembagi. Kalau ada jumlah penduduk dari 2 data dengan tahun berurutan, maka rata-rata kedua data tersebut dapat dianggap sebagai penduduk tengah tahun.

1.5.      Rumus Tingkat Kematian Khusus
Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR) yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah jumlah kematian pada umur tertentu dibagi dengan jumlah penduduk umur tertentu pada pertengahan tahun dan dikalikan dengan konstanta yang biasanya bernilai 1000.
Rumus: ASDRx = Dx/Px x 1000
Dimana :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)

1.6.            Angka Kelahiran
Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Ada beberapa cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu:
1. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
CBR = B/P x 1000
Dimana : CBR = Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)
B = Jumlah kelahiran dalam satu tahun
P = Jumlah seluruh penduduk pada pertengahan tahun
1000 = konstanta
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
2. Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate) disingkat ASFR
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
ASFRx = Bx/Pfx x k
Dimana : ASFRx = Angka kematian menurut kelompok umur x
Bx = Jumlah Kelahiran dari wanita pada kelompok umur x
Pfx = Jumlah wanita pada kelompok umur x
K = Konstanta (angka 1000)
X = Umur wanita kelompok umur tertentu yang umumnya
dihitung tiap 5 tahun seperti 15 – 19 tahun, 20 – 24 tahun
dan seterusnya
Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran. Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.

Sumber Referensi : 
http://annisadwinuri.blogspot.com/2011/10/pertumbuhan-dan-perkembangan-penduduk.html

tanggal : 7 Oktober 2012
jam : 01.00


*Menjelaskan pengertian Migrasi 

#Definisi Migrasi
Migrasi adalah penghijrahan sekumpulan manusia dari satu negara ke satu negara yang lain untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi mereka. 

Sumber referensi : 



tanggal : 7 Oktober 2012
jam : 01.00



*Proses Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain.
Pertama , Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
  1. Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara
  2. Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain
  3. Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara
Kedua , Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
  1. Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
  2. Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
  3. Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
  4. Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman

Sumber Referensi : 


tanggal : 7 Oktober 2012
jam : 01.00

*Dampak dari Migrasi

Dampak Migrasi Positif Migrasi Internasional antara lain :

 


-
Dampak Positif Imigrasi 
1.
2.
3.
4.
Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli 
Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan 
Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi 
Dapat menambah rasa solidaritas antar bangsa.

-
Dampak Positif Emigrasi 
1.
2.

3.
Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing
Dapat mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang yang belajar ke luar negeri dan kembali ke negara asalnya 
Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain.

Migrasi Nasional antara lain :


-
Dampak Positif Transmigrasi 
1.
2.
3.
4.
5.
Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran
Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi
Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya
Dapat meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa sawit, karet, coklat dan lain-lain
Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk. 

Sumber Referensi : 


tanggal : 7 Oktober 2012
jam : 01.00

*3 Jenis Struktur Penduduk



A. Jumlah Penduduk : Urbanisasi, Reurbanisasi, Emigrasi, Imigrasi, Remigrasi, Transmigrasi.



B. Persebaran Penduduk : Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat. Berdasarkan sensus penduduk dan survey penduduk, persebaran penduduk Indonesia antar provinsi yang satu dengan provinsi yang lain tidak merata.

C. Komposisi Penduduk : Merupakan sebuah mata statistik dari statistik kependudukan yang membagi dan membahas masalah kependudukan dari segi umur dan jenis kelamin.



Sumber Referensi :

http://wahyubudihartanto.blogspot.com/2011/09/3-jenis-struktur-penduduk.html


tanggal : 7 Oktober 2012
jam : 01.00




*Kebudayaan dan Kepribadian

Perkembangan kebudayaan di Indonesia terbagi menjadi 3 zaman / masa kebudayaan, yaitu : 


1.      Zaman Batu sampai Zaman Logam



Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoris, bahwa zaman batu terdapat menjadi Zaman Batu Tua (Palaeolithikum) dan Zaman Batu Muda (Neolithikum), perbedaan antara keduanya adalah pada zaman batu muda kehidupan sudah menetap dan adanya revolusi alat-alat keperluan penunjang kehidupan karena mereka telah mengenal dan memiliki kepandaian mengecor / mencairkan logam dari bijih besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Kepandaian yang dimiliki pada zaman batu muda itulah yang menjadi awal mulanya zaman logam, yang jelas pada kenyataannya bahwa Indonesia sebelum zaman Hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya.



2.   Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, perpaduan dan akulturasi antara kebudayaan setempat berlangsung luwes dan mantap. Dan sekitar abad ke-5, agama / ajaran Budha masuk ke Indonesia. Ajaran Budha dikatakan berpandangan lebih maju, karena tidak menghendaki adanya kasta-kasta di masyarakat. Namun walau demikian, kedua agama itu tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai.
3.    Kebudayaan Islam
Pada abad ke-15 dan ke-16 agama Islam telah dikembangkan di Indonesia oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut Wali Sanga. Masuknya Islam ke Indonesia, teristimewa ke Pulau Jawa berlangsung dalam suasana damai, hal ini disebabkan tidak adanya paksaan dan adanya sikap toleransi yang dimiliki bangsa kita. Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut dari sebagian besar penduduk Indonesia.



#Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat, yang berawal ketika kaum kolonialis / penjajah masuk ke Indonesia, terutama Belanda. Mulai dari kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan koloniallis Belanda, di kota-kota provinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan bergaya arsitektur “Barat”. 

Dalam kurun waktu itu juga, muncullah dua lapisan sosial, yaitu:
  1. Lapisan sosial yang terdiri kaum buruh
  2. Lapisan sosial dari kaum pegawai.
Dalam lapisan sosial yang kedua inilah pendidikan Barat di sekolah dan kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial. Dan masih juga sebagai pengaruh kebudayaan Eropa ke Indonesia adalah masuknya agama kristen katolik dan kristen protestan, yang biasa disiarkan dengn sengaja oleh organisasi-organisasi agama (Missie untuk katolik dan Zending untuk protestan). Sudah menjadi watak dan kepribadian orang timur pada umumnya, bahwa dalam menerima setiap kebudayaan yang datang dari luar, tidaklah mengabaikan kebudayaan yang telah dimiliki sebelumnya, tapi disesuaikanlahkebudayaan yang baru itu dengan yang lama.

Sehubungan dengan itulah penjelasan UUD 1945 memberikan rumusan tentang kebudayaan indonesia adalah "kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia". Lebih lanjut, dalam penjelasan UUD 1945 itu juga ditunjukkan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan dengan tidak menolak bahan-bahan baru kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan kebudayaan Indonesia, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.
Sumber Referensi : 


tanggal : 7 Oktober 2012
jam : 01.00





Tidak ada komentar:

Posting Komentar